ug

Senin, 07 November 2016

PROPOSAL METODE PENELITIAN ANALISIS RAGAM RASA YANG DIGEMARI KONSUMEN SERTA PENGEMBANGAN TERHADAP PRODUK MILK FAVE

PROPOSAL METODE PENELITIAN ANALISIS RAGAM RASA YANG DIGEMARI KONSUMEN SERTA PENGEMBANGAN TERHADAP PRODUK MILK FAVE



 







Oleh :
1.    Al Mukhorom Syinudi           /30414719
2.    Deni Saputra                          /
3.    Imam Abu Hanafi                  /35414208
4.    Metalido Javadman                /36414602
5.    Nadi Junaedi                          /37414728
6.    Sulistiyo Pribadi                     /3A414508
7.    Tandre Abeng                        /3A414653


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016
BAB I
PENDAHULUAN


1.1         Permasalahan
Perkembangan dan persaingan dunia bisnis diera globalisasi semakin meningkat pesat dan ketat. Perkembangan dan persaingan yang ketat tersebut membuat orang berlomba-lomba dalam menciptakan dan mengembangkan inovasi agar produk yang dijualnya tersebut tidak kalah saing dan dapat mengalahkan kompetitor yang telah unggul dalam bidang tersebut.
Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau yang biasa disingkat UMKM termasuk salah satu persaingan bisnis yang banyak digeluti orang pada zaman ini. UMKM merupakan salah satu kegiatan ekonomi masyarakat yang berskala kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. UMKM memiliki peran penting di Indonesia yang sangat besar dan telah terbukti menyelamatkan perekonomian bangsa.  Pembangunan ekonomi di  Indonesia melalui UMKM memberikan dampak besar, hal ini dikarenakan sebagian besar jumlah penduduknya berpendidikan rendah dan hidup dalam kegiatan usaha kecil baik disektor tradisional maupun modern. UMKM yang sedang berkembang dan sangat disukai oleh para remaja dan anak-anak pada saat ini yaitu milk fave.Milk fave merupakan minuman susu pasteurisasi yang memiliki beberapa aneka rasa yaitu strawberry, blackcurrant, chocolate, mango, greentea, vanilla, cappuccino, caramel, oreo, dantaro. Milk fave berasal dari susu Sapi murni tanpa bahan pengawet dan sangat aman dikonsumsi untuk remaja dan anak-anak, selain itu susu ini merupakan hasil perasan pagi dan sore hari kemudian malamnya diproses untukpembuatan.
Pemilik dan pengembang UMKM perlu mengetahui berapa banyak penjualan yang mereka peroleh selama satu hari, perbulan ataupun pertahunnya untuk mengetahui keuntungan yang didapat dalam penjualan susu tersebut. Pemilik dan pengembang UMKM perlu memperoleh data yang berkesinambungan dan valid yang berfungsi sebagai acuan seberapa banyak masyarakat yang menyukai minuman susu pasteurisasi tersebut. Keuntungan maksimal yang diperoleh dari hasil penjualan tersebut juga bias dimanfaatkan untuk memasarkan kedaerah-daerah lainnya atau membuat cabang baru.
Perkembangan yang semakin ketat dan pesat tersebut, maka diperlukan adanya penelitian bagi mahasiswa untuk mengetahui dan menerapkan ilmu yang didapat sebagai acuan untuk menganalisa secara langsung kelapangan. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa dalam penelitian juga dapat membantu pemilik dan pengembang UMKM tersebut untuk menghasilkan produk yang lebih baik lagi supaya dapat bersaing di pasaran.

1.2         Rumusan Permasalahan
Penjualan produk yang tinggi dapat meningkatkan hasil pendapatan dan keuntungan yang diperoleh, untuk itu perlu adanya pemecahan masalah dengan menggunakan metode survei untuk mengetahui seberapa banyak orang yang mengkonsumsi minuman susu pasteurisasi tersebut. Penelitian dengan metode survei dapat digunakan untuk mengkaji populasi yang besar maupun kecil dengan menyeleksi serta mengkaji sampel yang dipilih dari populasi itu, untuk menemukan insidensi, distribusi, dan interelasi relative dari variabel-variabel. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis melakukan suatu penelitian dengan metode survei yang menggunakan teknik seperti wawancara dan angket. Penelitian diharapkan mendapat respon yang baik dari masyarakat, hal ini untuk mendapatkan data yang valid dan dapat membantu pemilik dan pengembang UKM mengetahui keuntungan yang didapat olehnya dan pengembangan yang dilakukan pada produk.

1.3         Tujuan Penelitian
Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Mengidentifikasi banyaknya penjualan produk selama satu hari.
2.      Mencari aneka rasa yang banyak dikonsumsi oleh pelanggan.
3.      Mencari pengembangan yang harus dilakukan terhadap produk untuk meningkatkan konsumen.
4.      Melakukan analisa terhadap hasil wawancara dan angket.
5.      Mengetahui data yang valid dalam hasil wawancara dan angket




BAB II
LANDASAN TEORI


2.1         Pengertian Metode Survey
Penelitian dengan menggunakan metode survei merupakan termasuk dalam jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah suatu metode yang digunakan dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu system pikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini, yaitu untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistemetis, factual, dan akurat mengenai fakta - fakta, sifat - sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Secara harfiyah, metode deskriptif adalah metode penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian, sehingga metode ini berkehendak mengadakan akumulasi data dasar belaka. Kerja peneliti bukan saja memberikan gambaran terhadap fenomena - fenomena, tetapi juga menerangkan hubungan, menguji hipotesis, membuat prediksi serta mendapatkan makna dan implikasi dari suatu masalah yang ingin dipecahkan.
Pengertian survey dalam kamus, yaitu memiliki arti mengukur atau mempemperkirakan. Penelitian survei lebih mengenai sebagai suatu cara melakukan pengamatan dimana indicator mengenai variable adalah jawaban-jawaban terhadap pertanyaan yang diberikan kepada responden baik secara lisan maupun tertulis. Survei biasanya dilakukan satu kali dengan daftar pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat peneliti, dan peneliti tidak berusaha mengatur atau menguasai situasi.
Metode survei adalah termasuk penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara actual, baik tentang institusi sosial, ekonomi, atau politik dari suatu kelompok atau suatu daerah. Metode survei membedah dan menguliti serta mengenal masalah-masalah serta mendapatkan pembenaran terhadap keadaan dan praktik-praktik yang sedang berlangsung. Dalam metode survei juga dikerjakan evaluasi serta perbandingan-perbandingan terhadap hal-hal yang telah dikerjakan orang  dalam menangani situasi atau masalah serupa dan hasilnya dapat digunakan dalam pembuatan rencana dan pengambilan keputusan dimasa mendatang. Penyelidikan dilakukan dalam waktu yang bersamaan terhadap sejumlah individu atau unit, baik secara sensus atau dengan menggunakan sampel.

2.2         Teknik Dasar Pengolahan Data
Teknik yang mendasari untuk memudahkan dalam proses pengolahan data pada metode survei diantaranya sebagai berikut:
            Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan Tanya jawab langsung antara pengumpul data atau peneliti terhadap narasumber atau sumber data. Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data. Wawancara terbagi atas wawancara terstrukur dan tidak terstruktur. Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara. Sedangkan wawancara tidak terstruktur merupakan wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.
   Kuesioner atau daftar pertanyaan merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara menyusun pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya tertutup dan terbuka dengan jawaban yang telah disediakan, dan harus diisi oleh responden dengan cara memilih salah satu alternative jawaban yang tersedia beserta alasannya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bias diharapkan dari responden. Kuesioner juga cocok digunakan bila responden cukup besar dan tersebar diwilayah yang luas. Metode analisis data dapat dilakukan untuk menguji kebenaran yang didapat dari kuesioner tersebut, yaitu dengan uji reabilitas untuk mengukur konsistensi internal dari suatu konstruk atau variable dapat digunakan uji reliabilitas. Kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu kewaktu, artinya jika jawaban responden terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari butir kebutir ketika satu item dihilangkan maka butir dalam variable dikatakan reliabel.



BAB III
FLOWCHART METODOLOGI PENELITIAN



                                                                                   

Metodologi penelitian merupakan cara atau rancangan dalam proses penyusunan ilmiah atau skripsi melalui beberapa tahapan secara sistematis. Secara garis besar, berikut penjabaran prosedur yang dilaksanakan dalam penelitian seperti pada metodologi penelitian di atas:
1.             Studi Pendahuluan
Studi pendahuluan meliputi studi pustaka dan studi lapangan. Referensi didapatkan dari berbagai sumber mengenai metode survey.
2.             Identifikasi Masalah
Penelitian ini terfokus pada peningkatan penjualan produk serta pengendalian mutu Milk Fave.
3.             Pengumpulan Data
Tahapan dalam pengumpulan data yang dilakukan pada usaha mikro Milk Fave adalah pengamatan lapangan yang dilakukan secara langsung.
4.             Data Sesuai
Melakukan penyeleksian terhadap data yang sudah terkumpul.
5.             Pengolahan Data
a.    Menentukan masalah utama, menentukan masalah-masalah yang timbul selama proses produksi serta kendala yang timbul selama pemasaran.
b.    Mencari faktor penyebab timbulnya masalah, melakukan pengkajian faktor-faktor pada setiap masalah yang timbul.
c.    Meneliti sebab-sebab yang berpengaruh, meneliti faktor-faktor penyebab menurunnya mutu yang dapat mempengaruhi penjualan.
d.   Menyusun langkah-langkah perbaikan, bila masalah dominan telah ditemukan, mulai menyusun langkah-langkah perbaiakan yang efektif dan efisien.
e.    Analisis hasil, mengadakan evaluasi atau hasil yang telah dilakukan.
f.     Standarisasi, bila telah ditemukan hasil perbaikan yang memuaskan, maka perlu ditetapkan langkah tindakan dengan mebakukan metode.
g.    Rencana berikutnya, menggarap masalah berikutnya yang belum terpecahkan.
h.    Analisa, bertujuan melihat hasil dari pengolahan data yang telah diolah.
i.      Kesimpulan dan Saran, hasil pengolahan data dan analisa yang dilakukan akan diambil keputusan serta saran yang diperlukan pada akhir penelitian.

3.2     Hasil Pengamatan
Waktu pengamatan dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober 2016 sampai dengan 5 November 2016. Lokasi pengamatan yaitu pada produsen Milk Fave di Cipinang Melayu, Jakarta Timur.
1.       Schedule Pengamatan
No
Kegiatan
31 Okt
1 Nov
2 Nov
3 Nov
4
Nov
5
Nov
1.
Persiapan ke lapangan (Pengenalan produsen milk fave)
X





2.
Mempelajari gambaran umum produsen milk fave
X





3.
Wawancara dan konsultasi dengan pihak terkait
X
X
X
X
X
X
4.
Identifikasi masalah banyaknya penjualan produk dan pengembangan terhadap produk
X





5.
Melakukan pendalaman terhadap permasalahan yang dipilih

X
X
X
X
X
6
Mengumpulkan data-data yang diperlukan

X
X
X
X
X
7.
Menyelesaikan tugas (mencari solusi)




X
X

Kamis, 03 November 2016

METODE PENGUMPULAN DATA DALAM METODE PENELITIAN



Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Sementara itu instrumen pengumpulan data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.
Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Sementara itu instrumen pengumpulan data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen pengumpulan data dapat berupa check list, kuesioner, pedoman wawancara, hingga kamera untuk foto atau untuk merekam gambar.
Menurut Ibnu Hajar, instrumen penelitian merupakan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan informasi kuantitatif tentang variabel yang berkarakter & objektif. Adapun jenis data yang dimaksud diantaranya:
·         Data Kuantitatif merupakan jenis data yang berkaitan dengan jumlah atau kuantitas yang dapat dihitung atau disimbolkan dengan ukuran-ukuran kuantitas.
·         Data Kualitatif merupakan jenis data yang berkaitan dengan nilai kualitas seperti sangat baik, baik, sedang, cukup, kurang dan lain-lain.
·         Data nominal, ordinal, interval atau data rasio.
·         Data primer atau sekunder.
Sedangkan secara garis besar data dapat dibedakan menjadi beberapa kategori yaitu, sebagai berikut:
A. Menurut cara memperolehnya
·         Data primer, yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti langsung dari subjek atau objek penelitian.
·         Data sekunder, yaitu data yang didapatkan tidak secara langsung dari objek atau subjek penelitian.
B. Menurut sumbernya
·         Data internal, yaitu data yang menggambarkan keadaan atau kegiatan dalam sebuah organisasi
·         Data eksternal, yaitu data yang menggambarkan duatu keadaan atau kegiatan di luar sebuah organisasi
C. Menurut sifatnya
·         Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka pasti
·         Data kualitatif, yaitu data yang bukan berbentuk angka
D. Menurut waktu pengumpulannya
·         Cross section/insidentil, yaitu data yang dikumpulkan hanya pada suatu waktu tertentu
·         Data berkala/ time series, yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk menggambarkan suatu perkembangan atau kecenderungan keadaan/ peristiwa/ kegiatan.
Ada banyak metode yang dilakukan untuk mengumpulkan atau pengumpulan data yang dapat dilakukan dalam sebuah penelitian. Metode yang dilakukan dilakukan ecara masing – masing dan ada pula yang menggunakan prosese penggabungan atara satu dengan yang lain. Berikut adalah beberapa metode dalam pengumpulan data diantaranya sebagai berikut:
1.    Tes
Merupakan alat ukur yang diberikan kepada individu untuk mendapatkan jawaban-jawaban yang diharapkan, baik secara tertulis maupun secara lisan. Hasil pengukuran ini lebih banyak digunakan untuk data kuantitatif yang pada umumnya menggunakan alat ukur data interval sehingga dapat diolah dengan teknik statistika.
2.      Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara peneliti dan narasumber. Wawancara terbagi menjadi 2 yaitu :
·         Wawancara terstruktur
Dalam wawancara terstruktur, peneliti telah mengetahui dengan pasti informasi apa yang hendak digali dari narasumber. Pada kondisi ini, peneliti biasanya sudah membuat daftar pertanyaan secara sistematis. Peneliti juga bisa menggunakan berbagai instrumen penelitian seperti alat bantu recorder, kamera untuk foto, serta instrumen-instrumen lain.
·         Wawancara tidak terstruktur
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas. Peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan spesifik, namun hanya memuat poin-poin penting dari masalah yang ingin digali dari responden.
3.      Observasi
Banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati. Menurut Sutrisno Hadi, observasi ialah Pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomen-fenomen yang diselidiki
4.      Kuesioner
Merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang lebih efisien bila peneliti telah mengetahui dengan pasti variabel yag akan diukur dan tahu apa yang diharapkan dari responden. Selain itu kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas.
5.      Studi Dokumen
Studi dokumen adalah metode pengumpulan data yang tidak ditujukan langsung kepada subjek penelitian. Studi dokumen adalah jenis pengumpulan data yang meneliti berbagai macam dokumen yang berguna untuk bahan analisis.

·         Dokumen primer
Dokumen primer adalah dokumen yang ditulis oleh orang yang langsung mengalami suatu peristiwa, misalnya: autobiografi

·         Dokumen sekunder
Dokumen sekunder adalah dokumen yang ditulis berdasarkan oleh laporan/ cerita orang lain, misalnya: biografi.































REFERENSI



METODE PENGUMPULAN DATA DALAM METODE PENELITIAN

METODE PENGUMPULAN DATA DALAM METODE PENELITIAN

Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Sementara itu instrumen pengumpulan data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.
Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Sementara itu instrumen pengumpulan data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen pengumpulan data dapat berupa check list, kuesioner, pedoman wawancara, hingga kamera untuk foto atau untuk merekam gambar.
Menurut Ibnu Hajar, instrumen penelitian merupakan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan informasi kuantitatif tentang variabel yang berkarakter & objektif. Adapun jenis data yang dimaksud diantaranya:
·         Data Kuantitatif merupakan jenis data yang berkaitan dengan jumlah atau kuantitas yang dapat dihitung atau disimbolkan dengan ukuran-ukuran kuantitas.
·         Data Kualitatif merupakan jenis data yang berkaitan dengan nilai kualitas seperti sangat baik, baik, sedang, cukup, kurang dan lain-lain.
·         Data nominal, ordinal, interval atau data rasio.
·         Data primer atau sekunder.
Sedangkan secara garis besar data dapat dibedakan menjadi beberapa kategori yaitu, sebagai berikut:
A. Menurut cara memperolehnya
·         Data primer, yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti langsung dari subjek atau objek penelitian.
·         Data sekunder, yaitu data yang didapatkan tidak secara langsung dari objek atau subjek penelitian.
B. Menurut sumbernya
·         Data internal, yaitu data yang menggambarkan keadaan atau kegiatan dalam sebuah organisasi
·         Data eksternal, yaitu data yang menggambarkan duatu keadaan atau kegiatan di luar sebuah organisasi
C. Menurut sifatnya
·         Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka pasti
·         Data kualitatif, yaitu data yang bukan berbentuk angka
D. Menurut waktu pengumpulannya
·         Cross section/insidentil, yaitu data yang dikumpulkan hanya pada suatu waktu tertentu
·         Data berkala/ time series, yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk menggambarkan suatu perkembangan atau kecenderungan keadaan/ peristiwa/ kegiatan.
Ada banyak metode yang dilakukan untuk mengumpulkan atau pengumpulan data yang dapat dilakukan dalam sebuah penelitian. Metode yang dilakukan dilakukan ecara masing – masing dan ada pula yang menggunakan prosese penggabungan atara satu dengan yang lain. Berikut adalah beberapa metode dalam pengumpulan data diantaranya sebagai berikut:
1.    Tes
Merupakan alat ukur yang diberikan kepada individu untuk mendapatkan jawaban-jawaban yang diharapkan, baik secara tertulis maupun secara lisan. Hasil pengukuran ini lebih banyak digunakan untuk data kuantitatif yang pada umumnya menggunakan alat ukur data interval sehingga dapat diolah dengan teknik statistika.
2.      Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara peneliti dan narasumber. Wawancara terbagi menjadi 2 yaitu :
·         Wawancara terstruktur
Dalam wawancara terstruktur, peneliti telah mengetahui dengan pasti informasi apa yang hendak digali dari narasumber. Pada kondisi ini, peneliti biasanya sudah membuat daftar pertanyaan secara sistematis. Peneliti juga bisa menggunakan berbagai instrumen penelitian seperti alat bantu recorder, kamera untuk foto, serta instrumen-instrumen lain.
·         Wawancara tidak terstruktur
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas. Peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan spesifik, namun hanya memuat poin-poin penting dari masalah yang ingin digali dari responden.
3.      Observasi
Banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati. Menurut Sutrisno Hadi, observasi ialah Pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomen-fenomen yang diselidiki
Susjssb svsnsvs s smas shmsbbvand cejs
5.      Studi Dokumen
Studi dokumen adalah metode pengumpulan data yang tidak ditujukan langsung kepada subjek penelitian. Studi dokumen adalah jenis pengumpulan data yang meneliti berbagai macam dokumen yang berguna untuk bahan analisis.

·         Dokumen primer
Dokumen primer adalah dokumen yang ditulis oleh orang yang langsung mengalami suatu peristiwa, misalnya: autobiografi

·         Dokumen sekunder
Dokumen sekunder adalah dokumen yang ditulis berdasarkan oleh laporan/ cerita orang lain, misalnya: biografi.
































REFERENSI



FORMULASI MASALAH DALAM METODE PENELITIAN



Pengertian Rumusan Masalah adalah usaha untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan penelitian apa saja yang perlu dijawab atau dicarikan jalan pemecahan masalahnya. Rumusan masalah merupakan suatu penjabaran dari identifikasi masalah dan pembatasan masalah, dengan kata lain, rumusan masalah ini merupakan pertanyaan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti didasarkan atas identifikasi masalah dan pembatasan masalah
Rumusan masalah memiliki tujuan yaitu untuk mencari hubungan atau  membedakan dua variabel atau lebih secara konsepsional, oleh karena itu Peneliti sebaiknya menggunakan kata-kata hubungan atau perbedaan contohnya adalah kolerasi. Tujuan masalah dapat dijabarkan sebagai berikut
·         Mencari sesuatu dalam kerangka pemuasan akademis seseorang
·         Memuaskan perhatian serta keingintahuan seseorang akan hal-hal yg baru
·         Meletakkan dasar untuk memecahkan beberapa penemuan penelitian sebelumnya ataupun dasar untuk penelitian selanjutnya
·         Memenuhi keinginan sosial
·         Meyediakan sesuatu yang bermanfaat
Rumusan masalah secara besar dibagi menjadi tiga yaitu deskriptif, komparatif, asosiatif. Berikut adalah contoh dari rumuszan masalah yang dimaksud:
1. Deskriptif
– Berapa persen tingkat disiplin kerja di peternakan A ?
– Seberapa jauh efektivitas kerja di peternakan A ?
2. Komparatif
– Bagaimana perbedaan disiplin kerja di peternakan A dengan di peternakan B ?
– Apakah terdapat perbedaan efektivitas kerja di peternakan A dengan peternakan B ?
3. Asosiatif
– Apakah terdapat hubungan antara peternakan A dan peternakan B ?




      Rumusan masalah memiliki ciri –ciri yang baik. Berdasarkan garis besar adapun ciri – ciri rumusan masalah yang baik adalah sebagai berikut :
1.      Masalah yang dipilih harus mempunyai nilai penelitian
·         Masalah haruslah mempunyai keaslian
·         Masalah harus menyatakan suatu hubungan
·         Masalah harus merupakan hal yang penting
·         Masalah harus dapatdiuji
·         Masalah harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan
2.      Masalah harus fisibel
·         Data serta metode harus tersedia
·         Peralatan dan kondisi harus mengijinkan
·         Biaya untuk memecahkan masalah harus seimbang
·         Masalah harus didukung olehs ponsor yang kuat
·         Tidak bertentangan dengan hukum dan adat
3.      Masalah harus sesuai dengan kualifikasi peneliti
·         Menarik bagi sipeneliti
·         Sesuai dengan kualifikasipeneliti
Masalah dapat berasal dari berbagai sumber. Masalah dapat bersumber dari observasi, dedukasi dari teori, ulasan kepustakaan, masalah sosial yang sedang terjadi, situasi praktis dan pengalaman pribsdi. Cara mendapatkan sumber masalah sebagai berikut:
·         Pengamatan terhadap kegiatan manusia
·         Pengamatan terhadap alam sekitar
·         Bacaan
·         Ulangan serta perlu wawaasan penelitian
·         Cabang studi yang sedang dikembangkan
·         Catatan dan pengalaman pribadi
·         Praktek serta keinginan masyarakat
·         Bidang spesialisasi
·         Pelajaran yang sedang diikuti
·         Diskusi-diskusi ilmiah
·         Perasaan intuisi





Seorang peneliti diharuskan mempetimbangan masalah apa yang akan diselesaikan dengan baik. Pertimbangan yang dilakukan akan mempermudah peneliti untuk mengembangkan hal yang akan diteliti. Adapun pertimbangan yang dilakukan peneliti sebagai berikut:
1.      Pertimbangan objektif
·         Apakah suatu masalah memiliki kualitas tertentu atau tidak untuk dapat diteliti
·         Apakah masalah dapat dikonseptualisasikan atau tidak sehingga memudahkan mendesain instrumen penelitian
2.      Pertimbangan Subjektif
·         Apakah benar-benar sesuai dengan minat peneliti
·         Apakah sesuai dengan disiplin ilmu peneliti
·         Apakah peneliti memiliki kemampuan penguasaanteoritis yang memadai
·         Apakah cukup banyak hasil penelitian sebelumnya tentang masalah tersebut
·         Apakah biaya tersedia
·         Apakah alasan-alasan politik dan situasional masyarakat menyambut baik masalah tersebut
















Referensi